Herba Tempuyung atasi Hipertensi dan Kencing Batu – Benarkah ?


Herba Tempuyung atasi Hipertensi dan Kencing Batu – Benarkah ?
Herba Tempuyung atasi Hipertensi dan Kencing Batu – Benarkah ? - Anda Mengenali Tanaman Herba  Tempuyung ? Mungkin Anda lebih mengenalinya dengan nama daerah  seperti Jombang, j.lalakina, galibug, lempung, rayana ( Sunda ) atau Tempuyung Jawa. Tanaman ini merupakan terna tahunan, tegak, tinggi antara 0,6 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berusuk, daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang antara 6 – 48 cm, dan lebar 3 – 12 cm, warnanya hijau muda.

Daun yang keluar dari tangkai bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecoklatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat kekuningan. Ada keanekaragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 m disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Budidaya dan perbanyakan biasanya dengan biji. Bagian yang digunakan daun dan seluruh bagian tanaman ( herba ).

Kandungan Kimia

Herba Tempuyung Mengandung oc-laktuserol, plaktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, dan taraksasterol.

Efek Farmakologi

Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman obat ini memiliki sifat; pahit, dingin. Menghilangkan panas dan racun, diuretik ( peluruh kencing ), penghancur batu saluran kemih dan batu empedu.

Berikut Cara Pemakaian :

 

Darah Tinggi ( Hipertensi )

  • Ambil daun 5 lembar, cuci lalu diasapkan sebentar, dimakan sebagai celur/kuluban bersama makan nasi. Sehari 3 kali.

Kencing Batu :

  • 250 mg daun kering ditambah 250 cc air digodok. Sehari 3 kali minum sampai sembuh.
  • 5 lembar daun tempuyung, 5 lembar daun alpukat, 5 lembar daun sawi tanah, 2 jari gula enau, dicuci bersih, lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin lalu disaring, lalu diminum. Sehari 3 X masing-masing ¾ gelas.
  • 5 lembar daun tempuyung, 6 buah jagung muda, 5 lembar daun ngokilo dan 3 jari gula enau, dicuci bersih, lalu dipotong-potong seperlunya, digodok dengan air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Diminum sehari 3 kali masing-masing ¾ gelas.